Availability: In Stock

Aku Ini Binatang Jalang

Penulis:Chairil Anwar

Harga aslinya adalah: Rp 73.000.Harga saat ini adalah: Rp 66.000.

Koleksi sajak-sajak Chairil Anwar dari tahun 1942 hingga 1949, yang sebelumnya tersebar di beberapa buku seperti “Deru Campur Debu,” “Kerikil Tajam,” “Yang Terampas dan Yang Putus,” “Tiga Menguak Takdir,” dan “Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45,” kini disatukan dalam buku “Aku Ini Binatang Jalang.” Buku ini tidak hanya memuat seluruh sajak aslinya tetapi juga mencakup surat-surat Chairil Anwar kepada sahabatnya, HB Jassin, yang memberikan gambaran tentang keadaan jiwa penyair tersebut.

Kategori:

Deskripsi

merupakan salah satu tokoh terkemuka dari Generasi 1945, kelompok intelektual yang berperan penting dalam perkembangan sastra Indonesia pada masa pembentukan bangsa baru. Melalui karya-karyanya, ia berhasil menanamkan semangat keindonesiaan dengan gaya yang segar dan membawa nuansa baru dalam kancah budaya Indonesia. Tidak hanya sebagai penyair, tetapi Chairil Anwar juga dikenal dengan eksentrisitas pribadinya, termasuk hobinya mencuri buku dari toko, kecenderungannya menjiplak karya penyair asing, kisah romansanya yang beraneka ragam, berbagai masalah kesehatannya, dan gaya hidup bohemiannya.

Chairil Anwar lahir pada 22 Juli 1922 di Medan, Sumatera Utara. Pendidikannya dimulai di Hollands Inlandsche School (HIS), sekolah dasar Belanda untuk pribumi. Ia melanjutkan ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs, sebuah sekolah menengah pertama Belanda, tetapi tidak menyelesaikan pendidikannya dan keluar sebelum lulus. Pada usia sembilan belas tahun, setelah orang tuanya bercerai, Chairil pindah bersama ibunya ke Jakarta, di mana ia mulai terlibat dalam dunia sastra.

Meskipun tidak menyelesaikan pendidikan formalnya, Chairil memiliki kemampuan berbahasa Inggris, Belanda, dan Jerman. Ia menghabiskan waktunya dengan membaca karya-karya penulis internasional seperti Rainer M. Rilke, WH Auden, Archibald MacLeish, H. Marsman, J. Slaurhoff, dan Edgar du Perron. Pengaruh langsung dari penulis-penulis ini membentuk puisi-puisi Chairil Anwar dan membantunya membawa pandangan sastra Indonesia ke tingkat internasional.

Koleksi sajak-sajak Chairil Anwar dari tahun 1942 hingga 1949, yang sebelumnya tersebar di beberapa buku seperti “Deru Campur Debu,” “Kerikil Tajam,” “Yang Terampas dan Yang Putus,” “Tiga Menguak Takdir,” dan “Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45,” kini disatukan dalam buku “Aku Ini Binatang Jalang.” Buku ini tidak hanya memuat seluruh sajak aslinya tetapi juga mencakup surat-surat Chairil Anwar kepada sahabatnya, HB Jassin, yang memberikan gambaran tentang keadaan jiwa penyair tersebut.