Deskripsi
Heidegger memang sosok yang kontroversial, namun sulit bagi para kritikus dari berbagai aliran pemikiran untuk mengabaikan kedalaman pemikirannya. Sebagai seorang metafisikus terkemuka, Heidegger merenungkan pertanyaan mendasar yang juga menjadi fokus agama-agama dunia sepanjang sejarah: mengapa segala sesuatu ada daripada tidak ada? Dari pertanyaan pokok ini, timbul pertanyaan-pertanyaan lain yang tak kalah fundamental, seperti: Mengapa manusia ada? Mengapa manusia tidak ada? Apa makna keberadaan manusia di dunia ini? Jika keberadaan manusia terbatas oleh waktu, apa sebenarnya arti dari waktu itu sendiri?
Buku ini bertujuan sebagai pengantar pada pemikiran Heidegger yang terdapat dalam karyanya, “Sein und Zeit” (Being and Time). Harapannya, pengantar ini tidak hanya menjadi pemicu untuk mempelajari filsafat secara umum dan pemikiran Heidegger secara khusus, tetapi juga membantu pembaca untuk mengadopsi sikap meditatif terhadap kehidupan. Buku ini terdiri dari enam bab. Bab pertama adalah pengantar biografis mengenai Martin Heidegger. Bab kedua menjelaskan metode fenomenologi yang digunakan oleh Heidegger dalam “Sein und Zeit”. Bab ketiga membahas struktur, isi, dan proyek dari “Sein und Zeit”. Bab keempat membahas konsep kemenduniaan Dasein, yang menjadi titik sentral analisis Heidegger dalam bukunya. Bab kelima memasuki ulasan tentang suasana hati, sehari-hari, dan kematian. Baru pada Bab keenam pembahasan tuntas segala yang telah dipersiapkan dalam bab-bab sebelumnya, yaitu tentang kemewaktuan Dasein.
Buku ini diakhiri dengan sebuah Epilog yang mencoba menunjukkan relevansi pandangan Heidegger dalam “Sein und Zeit” terhadap kehidupan masyarakat yang kompleks dewasa ini, sebagai contoh tilikan Heidegger terhadap keseharian dalam era globalisasi informasi dan ekonomi pasar.
Ulasan
Belum ada ulasan.