Deskripsi
Nama Pangeran Diponegoro bukan sekadar warisan epik bagi Indonesia, melainkan juga menumbuhkan warisan mitos yang melengkapi makna identitas nasionalisme. Mitos ini menjadi bagian integral dalam merekonstruksi jati diri yang berkaitan dengan semangat perjuangan nasional. Mohammad Yamin, melalui bukunya “Sedjarah Peperangan Diponegoro: Pahlawan Kemerdekaan Indonesia” (1952), berperan penting dalam menghidupkan kembali profil Diponegoro dan Perang Jawa (1825-1830).
Bagi Indonesia, Diponegoro bukan hanya benda bersejarah, melainkan sebuah inspirasi tak terlupakan. Dalam puisi Chairil Anwar, Diponegoro melambangkan bara perjuangan yang tak pernah padam. Peter Carey, melalui karyanya, tidak hanya menghidupkan sosok Diponegoro, tetapi juga elan perjuangannya yang memiliki relevansi tidak hanya untuk zamannya, tetapi juga untuk masa kini.
Peter Carey memandang Diponegoro sebagai simbol perlawanan terhadap penindasan sosial dan sebagai agen transformasi sosial. Dalam sinopsisnya, Peter Carey memaparkan catatan percakapan Diponegoro selama 11 minggu setelah penahanannya, yang ditulis oleh tiga perwira militer Belanda yang mengawalnya ke pengasingan di Sulawesi. Catatan tersebut juga mencakup percakapan singkat dengan Pangeran Hendrik, putra bungsu Putra Mahkota Belanda.
Percakapan ini dicatat dengan terus terang, menawan, dan blak-blakan, menjadi sumber penting bagi setiap biografi Pangeran Diponegoro. Catatan-catatan ini, yang sebelumnya belum pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, memberikan wawasan mendalam tentang pemikiran dan perasaan Diponegoro selama masa penahanannya.
Sebagai tambahan, esai biografis membuka jendela terhadap perspektif “orang luar di dalam” dari empat perwira Belanda yang berbicara dengan Pangeran Diponegoro. Ini bukan sekadar pengantar, melainkan pandangan yang menyeluruh terhadap konteks percakapan tersebut. Melalui karya ini, Peter Carey membangkitkan kembali kehidupan dan perjuangan Pangeran Diponegoro dengan kekuatan dan relevansi yang tak terbantahkan. Artikel ini mengajak pembaca untuk menyelami lebih dalam makna sosok Diponegoro dalam sejarah Indonesia.
Ulasan
Belum ada ulasan.