Deskripsi
Sebuah himpunan puisi yang mampu memimpin pembaca dalam perjalanan untuk merenung kembali tentang makna rumah, keluarga, dan orang-orang terdekat dalam hidup kita. Profil Penulis: Sapardi Djoko Damono (lahir pada 20 Maret 1940) telah memperoleh penghargaan sepanjang karirnya di bidang kebudayaan, termasuk dari FIB-UI (2017), The Habibie Center (2016), Masyarakat Sastera Asia Tenggara (Mastera, 2015), Akademi Jakarta (2012), dan Freedom Institute (2003).
Meskipun sudah memasuki masa pensiun sebagai Guru Besar di UI, Sapardi masih aktif sebagai pengajar dan pembimbing tesis serta disertasi di beberapa perguruan tinggi, seperti IKJ, UI, Undip, dan ISI Surakarta. Kiprahnya dalam dunia sastra dimulai sejak masa sekolah menengah, di mana ia mulai menulis dan menerjemahkan puisi, cerpen, novel, esai, dan drama. Sebagian besar karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU).
Antara buku-buku puisi karyanya yang diterbitkan oleh GPU termasuk “Hujan Bulan Juni” (dalam format hardcover), “Melipat Jarak” (juga dalam format hardcover), “Babad Batu,” “Duka-Mu Abadi,” “Ayat-ayat Api,” “Ada Berita Apa Hari Ini,” “Den Sastro?,” “Kolam,” “Namaku Sita,” dan “Sutradara Itu Menghapus Dialog Kita.”
GPU juga menerbitkan novel-novelnya seperti “Trilogi Soekram,” “Hujan Bulan Juni,” dan “Pingkan Melipat Jarak” (sebagai sekuel dari novel “Hujan Bulan Juni”). Selain itu, Sapardi turut berkontribusi dalam esai-esai seperti “Bilang Begini Maksudnya Begitu” (buku apresiasi puisi) dan “Alih Wahana.” Karya-karya Sapardi Djoko Damono tidak hanya mencerminkan kepiawaiannya dalam berpuisi, tetapi juga menggambarkan keragaman dan mendalamnya pengalaman manusia dalam berkelana di dunia sastra.
Ulasan
Belum ada ulasan.