Deskripsi
Dalam kisah ajaib Budi Darma yang menghadirkan tokoh utama bernama Rafilus, kita diajak menghadapi sebuah realitas yang begitu unik dan tak terduga. Rafilus, sosok yang mati dua kali, pertama kemarin dan kedua hari ini, memunculkan misteri tak terpikirkan oleh kebanyakan orang. Dengan kakinya yang berkaki dua dan langkah-langkah yang menimbulkan derap seperti kendaraan berat, Rafilus menjadi cermin keragaman psikologis manusia dalam karya sastra ini.
Budi Darma, dengan kepiawaian menulisnya, meminjam suara Tiwar untuk menggambarkan hidup Rafilus dan juga para tokoh ajaib lainnya. Dalam eksplorasinya, dia membongkar tiap sudut pikiran manusia, menghadirkan hal-hal absurd yang tak terpikirkan secara konvensional. Melalui cerita ini, Budi Darma tidak hanya merangkai kata-kata menjadi kalimat, tetapi juga membangun dunia yang di luar nalar kebanyakan.
Langkah-langkah Rafilus yang menghadirkan derap bagaikan kendaraan berat menjadi metafora dari perjalanan hidup yang tidak biasa. Sifatnya yang berkaki dua, meskipun berjalan seperti manusia biasa, menunjukkan kompleksitas dan keunikannya. Rafilus, dalam keajaibannya, menjadi cermin bagi keragaman dan kompleksitas psikologis manusia.
Kematian ganda Rafilus bukan hanya sebuah peristiwa fisik, tetapi juga simbol dari kehidupan yang penuh misteri dan tak terduga. Budi Darma, melalui narasi Tiwar, membawa pembaca masuk ke dalam dunia absurditas yang dipenuhi oleh karakter-karakter yang di luar batas akal sehat. Dalam pemahaman ini, Rafilus menjadi representasi dari polositas dan kompleksitas manusia dalam mengarungi liku-liku hidupnya.
Karya Budi Darma, dengan “Rafilus” sebagai salah satu contohnya, tidak hanya sekadar menyajikan cerita fantastis, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungi keanekaragaman manusia dan keajaiban yang terkandung di dalamnya. Novel ini, dengan segala ketidakbiasaannya, menjadi bukti dari kemampuan Budi Darma dalam membangun narasi yang menggugah pemikiran dan membuka jendela ke dunia yang di luar dugaan.
Ulasan
Belum ada ulasan.