Deskripsi
Darwis, yang lebih akrab dikenal sebagai Tere Liye, adalah seorang penulis dan akuntan berbakat asal Indonesia, lahir pada 21 Mei 1979. Debutnya dalam dunia penulisan dimulai pada tahun 2005 melalui novel yang penuh makna, “Hafalan Shalat Delisa”. Sejak saat itu, Tere Liye telah menciptakan lebih dari 50 karya, menjadikan namanya terpatri kuat dalam dunia sastra Indonesia.
Nama pena Tere Liye diambil dari lagu India yang dinyanyikan oleh duet legendaris Lata Mangeshkar dan Roop Kumar Rathod. Lagu tersebut, ditemui saat menyaksikan film “Veer-Zaara” yang dibintangi oleh Shah Rukh Khan, memberikan identitas unik pada penulis ini.
Sinopsis: Mendalami Rasa dalam Novel Penuh Makna
Novel terbarunya menyajikan pertanyaan dalam diri kita tentang kesulitan memberikan maaf dan melupakan. “Rasa” menjadi pusat cerita ini, menggambarkan bagaimana berbagai emosi bisa berkumpul dalam satu kisah. Tere Liye mengajak pembaca untuk merenung, tertawa, dan bahkan menangis, mengingatkan bahwa hidup tidak selalu sesuai keinginan kita, tapi kita selalu memiliki kemampuan untuk menerimanya.
Quotes: Menghadapi Masalah sebagai Segelas Coklat Panas
Tere Liye menyampaikan kebijaksanaan melalui quotes yang menggambarkan kehidupan sebagai segelas coklat panas. Biji coklat yang pahit menjadi perumpamaan masalah, yang bisa dihadapi dengan cara yang tepat. Seperti menambahkan gula penerimaan, susu kata maaf, dan krim ketulusan, masalah yang awalnya pahit bisa menjadi pengalaman yang melegakan.
Novel ini menunjukkan bahwa kehidupan penuh dengan rasa, baik suka maupun duka. Tere Liye, melalui kata-katanya, mengajak kita untuk merangkul setiap emosi, menjadikannya bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan hidup kita. Dengan gaya penulisannya yang unik dan pemahaman mendalam terhadap kompleksitas manusia, Tere Liye terus menginspirasi pembaca dengan kisah-kisah yang penuh makna.
Ulasan
Belum ada ulasan.