Availability: In Stock

Retorika Seni Berbicara

Penulis:Aristoteles

Harga aslinya adalah: Rp 120.000.Harga saat ini adalah: Rp 110.000.

Aristoteles, salah satu tokoh utama dalam buku ini, mengidentifikasi retorika sebagai salah satu dari tiga elemen kunci dalam filsafat, bersanding dengan logika dan dialektika. Melalui karyanya ini, Aristoteles membentuk dasar-dasar sistem retorika yang menjadi landasan bagi perkembangan teori retorika dari zaman kuno hingga modern.

Deskripsi

Socrates, Plato, dan melihat retorika dan puisi sebagai alat yang terlalu sering digunakan untuk memanipulasi orang melalui emosi dan pengaburan fakta. Mereka menyalahkan para sofis, termasuk Gorgias dan Isocrates, sebagai pengguna manipulasi semacam ini, sementara mereka, sebagai filsuf, memandang retorika sebagai alat yang didasarkan pada dan usaha pencerahan. Aristoteles, salah satu tokoh utama dalam buku ini, mengidentifikasi retorika sebagai salah satu dari tiga elemen kunci dalam filsafat, bersanding dengan logika dan dialektika. Melalui karyanya ini, Aristoteles membentuk dasar-dasar sistem retorika yang menjadi landasan bagi perkembangan teori retorika dari zaman kuno hingga modern. Oleh karena itu, buku ini dianggap sebagai karya tunggal yang paling penting dalam seni persuasi.

Gross dan Walzer, bersama Alfred North Whitehead, sepakat bahwa semua filsafat Barat adalah catatan kaki bagi Plato, dan bahwa semua teori retorika hanya merupakan rangkaian tanggapan terhadap isu-isu yang diangkat dalam karya Retorika.

Tentang Penulis: Aristoteles, seorang filsuf Yunani, lahir di kota Stagira pada tahun 384 SM dan meninggal pada tahun 322 SM di pulau Euboea. Selama hidupnya, ia menulis banyak tentang filsafat, fisika, politik, etika, biologi, dan psikologi. Awalnya murid Plato di Athena, Aristoteles menciptakan karya-karya besar seperti Etika Nikomakea, To Organon, dan Politica. Hidup dalam lingkungan yang memupuk kreativitas budaya dan intelektual, Aristoteles menjadi guru Alexander Agung pada masa pemerintahan Kekaisaran Makedonia setelah penaklukan oleh Philip II.