Deskripsi
Hari ini, sebagian dari kita merasa akrab dengan gejala FOMO, ketidakamanan diri, rasa takut gagal, dan kehilangan semangat hidup. Sementara sebagian lain menjalani hari sebagai rutinitas tanpa makna. Konsep self-love dianggap sebagai kunci untuk mengatasi semua itu. Kita berusaha menjadi diri sendiri sebaik mungkin dan mengamplifikasikannya. Namun, perlu adanya batasan agar self-love kita tidak bersinggungan dengan self-love orang lain. Kita juga perlu meyakinkan diri bahwa self-love tidak berakhir sebagai sikap egois. Bagaimana kita bisa menyajikan self-love dalam konsep yang sehat?
Buku ini akan menjadi tempat yang nyaman bagimu, seperti sebuah rumah yang menyajikan berbagai hidangan bermakna untuk mendampingi perjalanan pikiranmu. Melalui buku ini, aku ingin menyampaikan sesuatu tentang self-love yang terdapat di dalamnya. Bukan sekadar menetapkan siapa dirimu, tapi menemukan esensi sejati diri.
Berikut adalah beberapa poin menarik yang ditawarkan oleh buku ini:
- Insight baru mengenai konsep self-love dalam Islam yang sangat memukau.
- Perspektif out-of-the-box tentang self-love yang tidak toksik, menghindari standar kecantikan, bersyukur tanpa dimanfaatkan, dan aspek menarik lainnya.
- Satu bab berbentuk sajak, sarat makna yang harus kamu baca.
- Buku ini terutama berisi konsep, bukan sekadar tips personal, sehingga relevan dan aplikatif untuk semua pembacanya.
Ulasan
Belum ada ulasan.