Deskripsi
Sinopsis: Malam ini, kamu dipaksa untuk merenung jauh ke belakang, hingga lehermu terasa pegal. Wajah ayahmu, dalam berbagai ekspresi, muncul di bayanganmu: kebahagiaan, kesedihan, kebanggaan, kemarahan, kesepian, kekecewaan, dan berbagai ekspresi lain yang mungkin kamu terlalu naif untuk sepenuhnya memahaminya. Meskipun begitu, kamu yakin, masih banyak sisi dari ayah yang belum pernah kamu lihat. Raut wajah yang tak pernah terungkap karena kamu terlalu terbuai dalam duniamu sendiri. Ada penyesalan di sana, tentang keikhlasan yang telah kamu lewatkan. Tentang kerinduan yang terbawa pergi tanpa terpenuhi. Tentang budi yang tak pernah terbalas—dan mungkin tak akan pernah. Seribu wajah ayah yang mungkin kamu kenang dan rasakan malam ini tidak akan pernah membawanya kembali.
Buku “Seribu Wajah Ayah” membawa pembaca untuk merenungkan kasih sayang orang tua terhadap anak-anaknya. Di balik kasih sayang tersebut, terdapat pengorbanan yang dilakukan oleh orang tua untuk memberikan kehidupan yang penuh kebahagiaan bagi anak-anak mereka. Selain itu, buku ini juga mengajak pembaca untuk bersyukur atas kehadiran orang-orang tercinta yang Tuhan anugerahkan dalam kehidupan kita.
Melalui perenungan ini, buku ini mengingatkan kita untuk lebih menghargai dan menyadari betapa berharganya orang tua dan orang-orang tercinta dalam kehidupan kita.
Ulasan
Belum ada ulasan.