Deskripsi
Cicero meyakini manusia sebagai makhluk individu, sejalan dengan pandangan Sulla dan Caesar, mengakui hak dan kewajiban, serta tanggung jawab dan kebebasan mereka untuk membuat keputusan tanpa campur tangan dari surga atau ramalan. Dalam esainya yang berjudul “On Fate” (Takdir), Cicero bahkan menyatakan, “Jika kita berobat ke dokter, kita akan sehat: keduanya ditentukan oleh Takdir.”
Meskipun pengaruh sikap ini terhadap generasi berikutnya tidak dapat diabaikan, ide-ide tersebut mencetuskan konsep-konsep seperti humaniora dan manusia. Pemikiran Cicero tentang makhluk hidup memiliki dampak besar pada masa yang didominasi oleh para otokrat. Meskipun terkadang terkesan bahwa keyakinan mendahului justifikasi, Cicero mampu memberikan dasar teoritis untuk keyakinan akan hak dan kekuasaan manusia.
Pemikirannya mencerminkan keyakinan bahwa setiap manusia memiliki sisi divinitas atau pemikiran yang suci, terkait dengan Ketuhanan, dan kekuatan yang melibatkan suka dan hidup dalam setiap elemen. Cicero juga mengakui ketidakpastian pemikiran tentang Tuhan dan dewa-dewa.
Cicero menganggap cobaan sebagai anugerah, menggambarkan orang yang mampu menjalani hidup tanpa terpengaruh oleh tekanan atau godaan hasrat, dan tidak tergoda oleh kepuasan semu sebagai orang yang berbahagia.
Bagi Cicero, orator dan negarawan Romawi, ‘kehidupan yang baik’ melibatkan kepuasan dan kebajikan moral yang saling terkait. Buku ini mengumpulkan pemikirannya tentang integritas moral dalam mencapai kebahagiaan. Dalam esai yang sangat artikulatif, meditatif, dan inspirasional, Cicero menyoroti pentingnya persahabatan dan pengabdian terhadap negara dan keluarga, serta menguraikan sistem etika praktis yang jelas, sederhana, dan universal. Karya ini memberikan refleksi abadi tentang kondisi manusia dan wawasan menarik dari salah satu pemikir terbesar Roma Kuno.
Ulasan
Belum ada ulasan.