Deskripsi
Jika Anda sedang mencari bacaan yang menyenangkan dan mengesankan, mungkin “Critical Eleven” dari Ika Natassa bisa menjadi pilihan yang tepat. Buku ini sukses memikat pembaca dengan tiga menit pertama yang menyenangkan, delapan menit terakhir yang mengesankan, dan hanya butuh kurang dari 11 detik untuk membuat Anda menyatakan bahwa ini adalah karya favorit.
Sebagai seorang pilot dalam cerita ini, Ika Natassa mengendalikan alur cerita dengan sangat baik, memberikan pengalaman membaca seperti mengalami penerbangan yang mulus dan pendaratan yang memukau. Sukses menciptakan karya yang romantis dan memberikan inspirasi, buku ini mampu memberikan senyuman di wajah pembaca sambil juga merangsang pemikiran.
Ninit Yunita, seorang penulis, menyatakan kesukaannya terhadap buku ini dengan kata-kata, “I absolutely love this book! Romantic and uplifting. This book will successfully put a smile on your face and also make you think.” Kesan positif ini tentu saja menjadi saran yang menarik untuk mengeksplorasi kisah dalam buku “Critical Eleven.”
Jenny Jusuf, seorang penulis dan scriptwriter, memberikan sentuhan unik pada ulasannya. Ia, sebagai pencinta bandara tanpa tempat pulang yang tetap, merasa menemukan sekeping “rumah” di buku ini sejak halaman pertama. Ika Natassa berhasil menyajikan kisah hangat dengan sentuhan khasnya, membuat pembaca merasa dekat dengan tokoh-tokohnya.
Dalam dunia penerbangan, istilah “critical eleven” merujuk pada sebelas menit yang paling kritis di dalam pesawat, tiga menit setelah takeoff dan delapan menit sebelum landing. Analoginya, pertemuan dengan orang baru punya momen yang sama pentingnya. Ale dan Anya, tokoh utama dalam cerita, pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Momen-momen penting sepanjang perjalanan tersebut membangun kesan pertama, memperkuat hubungan, dan akhirnya menghadapi tragedi besar yang menguji pilihan hidup mereka.
Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap bab “Critical Eleven” membentuk kepingan puzzle yang membuat pembaca jatuh cinta atau mungkin merasa ambivalen terhadap karakter-karakter yang penuh warna ini. Keseluruhan, buku ini menawarkan petualangan emosional yang tak terduga, memaksa kita untuk merenungkan sejauh mana sebelas menit dapat membentuk arah hidup dan hubungan.
Ulasan
Belum ada ulasan.