Deskripsi
Karya Giorgio Agamben, seorang filsuf terkemuka asal Italia, didasarkan pada pengetahuan yang luas dalam tradisi filsafat klasik, retorika, tata bahasa akhir zaman, teologi Kristen, dan filsafat modern. Baru-baru ini, Agamben mulai memusatkan pemikirannya pada konstitusi sosial dan menyimpulkan beberapa aspek etik-politik konkret mengenai kondisi masyarakat saat ini dan tempat individu di dalamnya.
Dalam karyanya “Homo Sacer”, Agamben bertujuan untuk menghubungkan masalah potensi, kemungkinan, dan kekuasaan murni dengan masalah etika politik dan sosial di dunia di mana landasan agama, metafisik, dan budaya telah hilang.
Mengambil inspirasi dari analisis Foucault tentang biopolitik, Agamben menyelidiki kehadiran ide biopolitik secara implisit dalam sejarah teori politik tradisional dengan tajam. Dia berargumen bahwa dari awal teori politik, terutama dalam pemikiran Aristoteles tentang manusia sebagai “hewan politik”, dan sepanjang sejarah pemikiran Barat tentang kedaulatan, gagasan tentang kedaulatan sebagai kekuasaan atas “kehidupan” tersirat.
Menurut Agamben, gagasan ini tetap tersembunyi secara implisit, dengan kesakralan menjadi tidak terpisahkan dari konsep kedaulatan. Dia memanfaatkan gagasan Carl Schmitt tentang status penguasa sebagai pengecualian dari hukum yang ditegakkan, dan penelitian antropologis yang menyoroti keterkaitan erat antara yang sakral dan tabu, untuk mendefinisikan “orang suci” sebagai seseorang yang dapat dibunuh tetapi tidak dapat dikorbankan — sebuah paradoks yang menurutnya relevan dengan status individu modern dalam sistem yang mengendalikan “kehidupan telanjang” kolektif semua individu.
Ulasan
Belum ada ulasan.