Deskripsi
Dalam pencarian kebahagiaan, sering kali kita tertipu oleh anggapan bahwa kebahagiaan sepenuhnya tergantung pada perasaan subjektif kita. Namun, apakah mungkin kebahagiaan sejati tidak sepenuhnya terkait dengan sekadar ‘merasa bahagia'? Bagaimana kita bisa menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri? Inilah ketika konsep Arete atau Keutamaan dari filosofi Yunani kuno muncul sebagai pemandu berharga.
Arete bukan sekadar tentang mencari kebahagiaan instan, tetapi merupakan suatu keadaan yang dicapai melalui perkembangan karakter dan penerapan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Arete, kebahagiaan sejati terletak pada pengejaran kebaikan moral, keberanian, keadilan, dan keugaharian.
Dalam karyanya yang penuh inspirasi, “The Compass,” Henry Manampiring membahas konsep Arete dengan gaya yang mudah dicerna, menyajikan contoh praktis, dan memberikan sentuhan humor. Ia memandang Arete sebagai kompas hidup yang membimbing kita menuju keputusan yang lebih bijaksana, karakter yang lebih kuat, dan akhirnya, kebahagiaan yang lebih mendalam.
Arete menawarkan empat nilai inti yang bisa membentuk arah dan pilihan hidup yang lebih baik:
- Kebijaksanaan: Keputusan yang bijaksana muncul dari pemahaman mendalam akan nilai-nilai dan konsekuensi dari tindakan kita. Dengan menjadi bijak, kita dapat menghindari keputusan impulsif yang mungkin merugikan diri sendiri dan orang lain.
- Keberanian: Arete mengajarkan bahwa keberanian bukanlah ketiadaan ketakutan, tetapi kemampuan untuk bertindak meskipun ketakutan itu ada. Dengan mempraktikkan keberanian, kita dapat menghadapi tantangan hidup dengan sikap yang lebih positif dan pantang menyerah.
- Keugaharian: Menghargai kecantikan, keadilan, dan kebaikan adalah bagian integral dari Arete. Dengan melestarikan nilai-nilai ini, kita dapat menciptakan kehidupan yang berarti dan membangun hubungan yang positif dengan orang di sekitar kita.
- Keadilan: Arete mengajarkan pentingnya mengambil keputusan yang adil dan memperlakukan semua orang dengan kesetaraan. Dengan mempraktikkan keadilan, kita dapat membentuk masyarakat yang lebih harmonis dan berdaya.
Dalam “The Compass,” Manampiring tidak hanya menjelaskan konsep Arete secara mendalam, tetapi juga melibatkan pembaca dengan wawancara inspiratif bersama tokoh-tokoh seperti Sabda PS, Vikra Ijas, Saykoji, Mang Adi, dan lainnya. Mereka berbagi pengalaman dan pandangan mereka tentang bagaimana Arete telah membimbing perjalanan hidup mereka.
Henry Manampiring, penulis buku bestseller “The Alpha Girl's Guide” dan “Filosofi Teras,” bukan hanya seorang penulis, tetapi juga seorang blogger dan selebtweet yang aktif. Lulusan Universitas Padjajaran dengan latar belakang karir di bidang advertising dan Public Relations, Manampiring telah membuktikan bahwa Arete dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang kehidupan.
Dengan ilustrasi retro yang menyegarkan karya seniman Ajon dari Bantul, “The Compass” bukan hanya memberikan panduan filosofis, tetapi juga memberikan pengalaman visual yang memikat. Jadi, temukan arah hidup yang lebih baik dan pilihan yang lebih bijak melalui “The Compass,” dan biarkan Arete menjadi kompas kehidupan Anda.
Ulasan
Belum ada ulasan.