-
-13%
Gus Dur Kh Abdurrahman Wahid: Biografi Singkat 1940 – 2020
Abdurrahman Wahid, atau yang lebih akrab disapa Gus Dur, memiliki nama lengkap Abdurrahman ad-Dakhil. Etimologi dari ad-Dakhil berarti sang penakluk. Meski demikian, karena kurang dikenal, nama tersebut digantikan dengan Abdurrahman Wahid. Gelar Gus Dur melekat padanya karena lahir dalam lingkungan pesantren.
-
-14%
Hijab for Sisters: Jadi Anak Pesantren
Tasya, seorang anak kota dengan kebebasan pergaulan, mendapati dirinya harus tinggal di pesantren, mengawali perjuangan pemberontakan dan pelanggaran aturan. Pertemanannya dengan Dini dari Wonogiri, Sarah seorang bule, dan Astri dari Jakarta, tidak berjalan mulus, terutama dengan Dini yang awalnya dianggap sebagai musuh. Tasya menganggap pesantren sebagai penjara mewah, namun lika-liku kehidupan di pesantren membawa perubahan yang signifikan dalam dirinya.
-
-25%
Humanisme dan Sesudahnya
Mengapa perlu membahas kembali humanisme, suatu paham yang menekankan pada manusia, kemampuan kodratnya, dan nilai-nilai kehidupan duniawi? Sejak abad ke-14, gerakan humanis modern telah tumbuh, memberikan penafsiran rasional yang mempertanyakan monopoli agama dan negara dalam menentukan kebenaran. Humanisme sekuler memberikan keyakinan bahwa kehidupan “dunia-atas-sana” tidak lebih penting daripada “dunia-bawah-sini.” Namun, humanisme tidak terlepas dari kritik.
-
-20%
Islam, Otoritarianisme, Dan Ketertinggalan
Dalam penelitian yang mendalam oleh Ahmet T. Kuru, seorang guru besar ilmu politik dan direktur Center for Islamic and Arabic Studies di San Diego University, dia menggugah pemikiran konvensional yang menunjukkan bahwa agama Islam adalah penyebab utama tingkat otoritarianisme tinggi dan pembangunan sosioekonomi rendah di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim. Kuru menyoroti bahwa penjelasan tersebut terlalu sederhana dan tidak mencerminkan sejarah yang kompleks.
-
-7%
Jalan Politik Muhammad Saw Mewujudkan Daulah Rasul
Buku ini menghadirkan pandangan kritis Sayyid al-Qimni, seorang pemikir kontemporer Mesir, dalam menafsirkan sejarah awal Islam dan sosok Nabi Muhammad dari perspektif politik. Dengan merujuk pada sumber-sumber klasik yang dianggap otoritatif, al-Qimni melihat Nabi Muhammad sebagai seorang politikus ulung yang mampu memanfaatkan setiap kesempatan untuk meraih pengaruh dan simpati guna memperkuat posisinya.
-
-5%
Jangan Jadi Orang Tua Durhaka
Menjadi orang tua yang baik memerlukan bekal pengetahuan yang tidak sederhana. Menciptakan generasi terbaik bukanlah tugas yang bisa dilakukan dengan instan. Ahmad Rifai Rif’an memberikan panduan Islami kepada calon orang tua dan orang tua yang sudah memiliki anak, agar dapat mengasuh dan mendidik anak dengan baik.
-
-11%
Jejak Sejarah di Dua Tanah Haram; Napak Tilas 85 Tempat Bersejarah di Makkah dan Madinah
“Jejak Sejarah di Dua Tanah Haram” adalah panduan menarik yang mengupas beberapa tempat bersejarah di dua Tanah Haram, Mekah dan Madinah. Mulai dari tempat kelahiran Islam hingga tempat peristirahatan terakhir Nabi Muhammad, buku ini membimbing kita dalam perjalanan yang memukau melalui dua kota yang sangat dihormati dalam Islam. Landmark ikonik seperti Ka’bah, Hajar Aswad, dan Masjid al-Haram di Mekkah, serta Masjid Nabawi, pemakaman Al-Baqi, dan Gunung Uhud di Madinah, semuanya dijelajahi dalam buku ini.
-
-14%
Jerusalem: Kesucian, Konflik, Dan Pengadilan Akhir
Sebagai kota yang dihargai oleh tiga agama besar, Jerusalem memiliki sejarah kemanusiaan yang kaya. Melalui buku ini, penulis ingin memperkenalkan pembaca pada nilai-nilai kemanusiaan yang diyakini dimiliki oleh kota ini. Pemahaman ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan mendorong doa untuk kedamaian di Jerusalem.
-
-4%
Kambing Hitam, Teori Rene Girard
René Girard, seorang tokoh besar dalam dunia pemikiran, menghadirkan khazanah pengetahuan yang luar biasa kaya dan luas. Melibatkan aspek sastra, sejarah, mitos, dan bahkan kitab suci, pemikiran Girard memiliki dampak yang mendalam. Buku ini bertujuan untuk memberikan gambaran singkat mengenai pemikiran Girard, yang umumnya dibagi menjadi tiga fase.
-
-13%
Komunikasi Islam
Buku ini ditulis dengan tujuan menjadi bahan ajar di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, sebagai dorongan untuk lebih mendalami kajian komunikasi Islam. Sejauh ini, kajian mengenai komunikasi Islam masih terhitung sedikit, dan buku ini berusaha mengisi kekosongan tersebut. Isinya mencakup berbagai aspek komunikasi Islam, termasuk ruang lingkupnya, praktik dari masa ke masa, manusia dalam perspektif komunikasi Islam, unsur-unsur, bentuk, dan fungsi komunikasi.
-
-4%
Kristen Muhammadiyah; Mengelola Pluralitas Agama
Buku ini menguraikan secara sosiologis bagaimana institusi pendidikan Muhammadiyah tetap kokoh dalam membangun kohabitasi di tengah masyarakat yang beragam, tanpa kehilangan identitas masing-masing. Konstruksi konvergensi kewargaan dalam ranah pendidikan menjadi kunci utama untuk mentransformasikan perbedaan menjadi kekuatan kolektif dan kemajuan, terutama dalam menghadapi tantangan pandemi.
-
-16%
Kritik Nalar Kalam
Ilmu kalam pada mulanya berkembang sebagai disiplin yang menjembatani nalar dan keyakinan. Namun, perjalanan waktu mengubahnya menjadi arena debat sengit, kritik tajam, hingga pertikaian intelektual yang kerap berujung pada saling mengafirkan antarmahzab.