-
-15%
Keep the Aspidistra Flying (Tetaplah Jaya, Aspidistra)
London, tahun 1936. Gordon Comstock memutuskan untuk memerangi kekayaan. Seorang penyair berusia hampir tiga puluh tahun, Gordon baru saja menerbitkan satu buku puisi yang tidak laku. Gordon meninggalkan pekerjaan yang aman demi idealisme, hidup dalam kemiskinan, tetapi terlalu teguh untuk menerima bantuan.
-
-20%
Kekasih Teluk
Puisi-puisi Yayas mencerminkan kerinduan yang mendalam terhadap alam, sesuai dengan filosofi keseharian hidup orang Bali. Ungkapannya yang segar, terutama dalam bentuk kecewa, kemarahan, dan gugatan terhadap manusia sebagai perusak alam, menandai keunikan puisi-puisinya. Rasa kecewa yang tak henti menjadi tema utama, namun melalui karya-karyanya, Yayas juga menyelipkan harapan.
-
-14%
Kepada Cium
Buku “Kepada Cium” karya Joko Pinurbo berisi 30 puisi yang ditulis selama tahun 2005-2006. Melalui peristiwa-peristiwa kecil dan sederhana, imajinasi Joko Pinurbo membawa kita untuk menjelajahi kedalaman hubungan manusia dengan dunia dalam dan luar dirinya.
-
-9%
Kerudung Merah Kirmizi
Dengan latar belakang masa Orde Baru dan awal reformasi, novel ini mengupas liku-liku seorang pengusaha yang menggunakan oknum aparat keamanan dan para bandit untuk mencapai tujuannya. Remy Sylado, dengan kepiawaian luar biasa, menggambarkan keharuan dan ketegangan dalam kisah yang memukau. Melalui cerita yang tulus, kita dibawa untuk menyadari bahwa kejujuran dapat menjadi sumber kekuatan manusia dalam menghadapi marabahaya dalam berbagai wujudnya.
-
-10%
Kesatria, Putri, & Bintang Jatuh
Reuben dan Dimas, pasangan gay yang keduanya merupakan akademisi, berjanji untuk menciptakan karya bersama dalam rangka perayaan ulang tahun mereka yang ke-10. Meskipun Reuben, yang memiliki obsesi menggabungkan sains dan spiritualitas dan menyebut dirinya Psikolog Kuantum, awalnya ingin fokus pada konsep ilmiah, dia akhirnya setuju untuk membuat novel bersama Dimas.
-
-7%
Komet
Setelah “musuh besar” berhasil lolos, dunia paralel berada dalam situasi genting, dengan pertempuran besar yang sepertinya tak dapat dihindari. Bagaimana jika ribuan petarung, yang memiliki kemampuan seperti menghilang, mengeluarkan petir, dan teknologi maju lainnya, muncul di permukaan Bumi? Kekacauan yang tak terbayangkan akan terjadi. Ali, pada detik terakhir, melompat ke portal menuju Klan Komet, menyisakan Raib dan Seli tersesat di klan asing untuk mencari pusaka paling hebat di dunia paralel.
-
-13%
La Barka
Novel “La Barka” karya Nh. Dini menjadi salah satu karya terbaiknya yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1975 oleh Dunia Pustaka Jaya, Jakarta. Dengan tebal 205 halaman, novel ini kembali mengalami cetakan kedua pada tahun 1976, memberikan kesan mendalam bagi pembaca. Penerbitan ulang dilakukan oleh Grasindo pada tahun 2000 dan Gramedia Pustaka Utama (GPU) pada tahun 2010, memastikan bahwa kisah ini tetap relevan seiring berjalannya waktu.
-
-8%
Laila Tak Pulang
Setelah berhasil menerobos pintu tetangga di rumah susun, saya terperangah melihat bak mandinya yang penuh dengan tinta hitam pekat. Meskipun tidak ada masalah dengan saluran air di gedung kami, tapi yang mengisinya bukan air melainkan tinta. Saat saya meraba selaput, saya menyadari bahwa itu bukanlah air, tetapi tinta yang mengalir. Selaputnya terasa halus seperti rambut.
-
-20%
Lalita
Lalita, seorang perempuan muda, tiba-tiba mendapatkan warisan berupa sejilid kertas tua yang menggambarkan berbagai mandala. Kejadian ini menjadi awal petualangan yang membawanya pada pengetahuan mendalam tentang sang kakek. Setiap hari, pengetahuannya berkembang, dan semakin besar pengetahuannya, sang kakek pun semakin muda dalam penglihatannya.
-
-20%
Larung
Diceritakan, “Larung” membawa karakter baru, yang bernama Larung, untuk bergabung dengan Saman dalam upaya menyelamatkan tiga aktivis yang dikejar-kejar pasca-peristiwa 27 Juli 1996. Novel ini menjadi cermin pergolakan politik dan kekuasaan rezim militer yang mencoba merepresentasikan dominasi orde baru. Dalam konteks ini, Ayu Utami berhasil menggambarkan kisah yang tidak hanya berfokus pada karakter-karakternya, tetapi juga pada latar politik yang memerangi oposisi dan gerakan mahasiswa.
-
-6%
Larutan Senja
Buku “Larutan Senja” karya Ratih Kumala memuat 14 cerita pendek yang sebelumnya telah diterbitkan di media massa. Setiap cerita dalam buku ini menyentuh isu-isu yang beragam, termasuk kesehatan mental, sosial, politik, dan banyak lagi. Salah satu cerpen yang dijadikan judul buku menampilkan ide cerita menarik tentang seseorang yang selalu menciptakan inovasi untuk dunia, namun Tuhan selalu membeli inovasinya dengan harga yang murah.
-
-4%
Laut Bercerita
Buku ini membagi ceritanya menjadi dua bagian. Bagian pertama mengambil sudut pandang seorang mahasiswa aktivis bernama Laut. Cerita ini menceritakan perjalanan Laut dan kawan-kawannya dalam menyusun rencana, melarikan diri dari kejaran, hingga akhirnya tertangkap oleh pasukan rahasia. Bagian kedua, di sisi lain, diceritakan oleh Asmara, adik Laut. Bagian ini mencerminkan perasaan keluarga korban penghilangan paksa, serta bagaimana mereka berjuang mencari kerabat yang tak pernah kembali.