-
-17%
Il Principe
Niccolo Machiavelli, lahir di Florence, Italia, pada tahun 1469, adalah seorang filsuf dan politikus kontroversial yang meninggalkan warisan besar melalui karyanya, terutama “Il Principe” atau “The Prince.” Hidupnya penuh liku-liku, dipecat, ditahan, dan disiksa atas tuduhan konspirasi melawan penguasa Medici. Meskipun mengalami masa sulit, Machiavelli tidak mengubah prinsip dan keyakinannya.
-
-9%
John Locke dan Akar Pemikiran Kekayaan Intelektual
Buku “John Locke dan Akar Pemikiran Kekayaan Intelektual” karya Ignatius Haryanto menjadi referensi yang sangat baik bagi mereka yang ingin memahami HKI dari sudut pandang filsafat, tanpa terjebak hanya dalam batas norma perundang-undangan yang jelas dipengaruhi oleh “kepentingan” tertentu. Buku ini juga dapat menjadi sumber belajar yang baik bagi para pengajar HKI di perguruan tinggi untuk menghindari doktrin positivisme atau legalisme sempit yang dapat menyesatkan mahasiswa dalam pemahaman mengenai sistem perlindungan HKI.
-
-4%
Kambing Hitam, Teori Rene Girard
René Girard, seorang tokoh besar dalam dunia pemikiran, menghadirkan khazanah pengetahuan yang luar biasa kaya dan luas. Melibatkan aspek sastra, sejarah, mitos, dan bahkan kitab suci, pemikiran Girard memiliki dampak yang mendalam. Buku ini bertujuan untuk memberikan gambaran singkat mengenai pemikiran Girard, yang umumnya dibagi menjadi tiga fase.
-
-8%
Kata-Kata Emas Epictetus
Epictetus, yang hidup di masa perbudakan di Hierapolis, Phrygia, dan kemudian menetap di Roma, menyuguhkan pandangan etika moral melalui mazhab Stoik. Filosofi ini menekankan bahwa manusia memiliki kemampuan untuk membatasi diri dari godaan nafsu-nafsu duniawi, terutama nafsu dalam memiliki sesuatu. Kata-kata bijak Epictetus mencerminkan kebijaksanaan pada zamannya dan masih menjadi rujukan bagi banyak ahli etika moral.
-
-13%
Kebahagiaan ala Filsafat Stoa
Epictetus, melalui ajaran stoikismenya, mengingatkan bahwa kendali terhadap emosi dan penerimaan atas hal-hal di luar kuasa kita adalah kunci ketenangan hidup. Buku ini memperkenalkan konsep-konsep utama stoikisme, membimbing kita untuk menerima realitas yang tak bisa diubah, seperti pandangan orang lain atau kehilangan yang tak terhindarkan.
-
-16%
Kritik Nalar Kalam
Ilmu kalam pada mulanya berkembang sebagai disiplin yang menjembatani nalar dan keyakinan. Namun, perjalanan waktu mengubahnya menjadi arena debat sengit, kritik tajam, hingga pertikaian intelektual yang kerap berujung pada saling mengafirkan antarmahzab.
-
-12%
Logika Kritis Filsafat Postmodernisme
Filsafat postmodernisme, dengan segala kontroversi yang melekat padanya, menantang konsep kebenaran mutlak dan narasi tunggal yang mendominasi pemikiran tradisional. Buku ini mengupas penggunaan logika kritis sebagai alat untuk menelusuri batas-batas yang memisahkan antara objektivitas dan subjektivitas, fakta dan interpretasi, serta kebenaran dan kuasa.
-
-10%
Logika Kritis Filsuf Klasik: (Dari Era Pra-Socrates hingga Aristoteles)
Selain membahas filsuf klasik seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles, yang merupakan pokok perbincangan, penulis juga menggambarkan pandangan beberapa filsuf lainnya seperti Marx, Nietzsche, Aquinas, Hume, dan Sartre. Mereka memberikan pandangan baru terhadap hidup, menunjukkan usaha luar biasa mereka dalam mencari kebenaran dan keadilan, bahkan sebagian dari mereka harus merasakan kematian dan kehidupan yang tragis.
-
-15%
Madilog: Materialisme, Dialektika, & Logika
Madilog, karya Tan Malaka, mengulas pandangannya terhadap Materialisme, Dialektika, dan Logika. Tan Malaka, seorang filsuf dan pejuang kemerdekaan Indonesia, merangkum teori materialisme dari pemikiran Karl Marx dan Friedrich Engels, filsuf Jerman. Materialisme diartikan sebagai filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran suatu hal dapat diukur dari segi materi.
-
-5%
Manusia Stoik
Dalam alur kehidupan yang penuh ketidakpastian, buku ini mengajak pembaca untuk menjelajahi sudut pandang baru melalui prinsip-prinsip filosofi Stoikisme. Fokus utama dari buku ini adalah pada konsep “premeditatio malorum,” suatu metode antisipasi mental yang mempersiapkan diri menghadapi kemalangan yang mungkin terjadi.
-
-10%
Marcus Aurelius Berpikir Stoic ala Kaisar Roma
Dalam buku ini, Donald Robertson, seorang psikoterapis kognitif, mengupas perjalanan hidup Marcus Aurelius dan asal mula ketertarikannya pada filsafat Stoa. Robertson juga membedah berbagai peristiwa yang melatarbelakangi penulisan The Meditations, memberikan gambaran mendalam tentang bagaimana Marcus mengandalkan ajaran Stoa untuk mengembangkan ketahanan emosional dan menghadapi tantangan hidup yang berat.
-
-25%
Merleau-Ponty Dan Kebertubuhan Manusia
Tubuh seringkali dianggap kurang penting dibandingkan dengan kesadaran. Sejak era Rene Descartes, kesadaran dianggap sebagai dasar eksistensi dan pengetahuan manusia, sementara tubuh dianggap sebagai objek semata. Namun, Husserl dan fenomenologis lainnya memberikan pandangan berbeda: dengan menghindari kategori subjek-objek dan mendalam ke dalam kehidupan konkret, kita dapat mengalami fenomena yang lebih murni dan asli, terlepas dari asumsi dan prasangka kita.