-
-9%
Masquerade Hotel
Tokyo diguncang oleh serangkaian pembunuhan misterius yang diduga sebagai aksi seorang pembunuh berantai. Polisi masih berupaya mengungkap identitas pelaku, namun satu petunjuk mengejutkan terungkap—pembunuhan berikutnya akan terjadi di Hotel Cortesia Tokyo, sebuah hotel mewah yang terkenal dengan layanan kelas atasnya.
-
-17%
Mata Dan Manusia Laut
Buku seru karya Okky Madasary ini menceritakan serunya petualangan Matara dan ibunya ke kepulauan Sulawesi Tenggara, di mana terdapat tempat ajaib sebagai rumah bagi manusia laut. Di pulau tersebut, Matara berkenalan dengan Bambulo, anak Suku Bajo yang sudah sejak kecil hidup di dalam air dan menyelam seperti ikan.
-
-7%
Mata dan Rahasia Pulau Gapi
Okky Madasari menghadirkan informasi sejarah dalam novel ini melalui sajian petualangan fantasi yang menyenangkan. Pendekatan ini memudahkan anak-anak untuk memahami informasi sejarah tanpa merasa terbebani. Meskipun dikategorikan sebagai novel anak, karya ini tetap dapat dinikmati oleh pembaca dari berbagai usia.
-
-15%
Mata Hari
Kisah Mata Hari tidak hanya tentang kemasyhuran dan keberhasilan, tetapi juga tentang harga yang harus dibayar oleh mereka yang berani mengejar kebebasan dan keberanian. Paulo Coelho dengan indahnya menyampaikan pesan ini melalui kata-kata yang menyentuh dan menggugah hati.
-
-15%
Mata yang Enak Dipandang
Buku “Mata yang Enak Dipandang” merupakan kumpulan lima belas cerita pendek Ahmad Tohari yang tersebar di berbagai media cetak antara tahun 1983 dan 1997. Seperti karya novelnya, cerita-cerita pendek Tohari selalu mengangkat kehidupan orang-orang kecil atau kalangan bawah dengan segala lika-likunya.
-
-3%
Membaca Identitas: Multirealitas dan Reinterpretasi Identitas, Suatu Tinjauan Filsafat dan Psikologi
Buku ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut dari berbagai perspektif realitas, didasarkan pada penelitian psikologis dan filosofis. Buku ini berusaha mengeksplorasi identitas dalam dinamika internal dan eksternal yang membentuk cara berpikir individu, termasuk di dalamnya politik identitas. Dasar pemikiran buku ini melibatkan teori psikoanalisis, postrukturalisme, hingga realisme spekulatif.
-
-9%
Merawat Luka Batin
Buku ini adalah karya dari seorang Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, dr. Jiemi Ardian Sp.Kj. Di dalamnya, ia mengulas tentang proses berpikir, melebihi sekadar pemikiran positif. Ketika perasaan kita sedang tidak stabil, terutama dalam kondisi depresi, pola pikir kita turut berperan dalam memperburuk keadaan. Namun, seringkali sulit menyadari pola pikir yang bermasalah ini karena kita menganggapnya sebagai cara alami kita melihat realitas.
-
-18%
MetroPop: Ganjil Genap
Ketika Gala diputuskan setelah menjalin hubungan selama tiga belas tahun, hidupnya tiba-tiba menjadi semakin rumit ketika adiknya tiba-tiba ingin menikah. Gala, yang mendadak menjadi jomblo, bertekad untuk tidak menyerah pada status lajang menjelang usia tiga puluh tahun.
-
-11%
Metropop: Resign!
Kisah dimulai dengan pernikahan Minar dan Sahat, yang kemudian harus menumpang di Pondok Mertua Indah. Siapa yang bisa menyangka bahwa hadiah pernikahan mereka adalah sebuah kamar dengan ranjang bersuara mesin absensi kuno? Sungguh, kisah ini sudah cukup membuat kita tersenyum simpul.
-
-6%
Metropop: The Architecture Of Love
Buku Metropop: The Architecture Of Love mengisahkan tentang Raia Risjad, seorang penulis muda yang kehilangan sumber inspirasinya setelah bercerai dengan mantan suaminya, Alam. Raia memutuskan pergi ke New York sebagai upaya untuk melupakan kenangan masa lalu dan mengatasi “writer’s block”-nya. Namun, perjalanan tersebut tidak memberikan hasil, dan Raia merasa kesulitan menulis satu kata pun. Segala upayanya terhenti.
-
-9%
Nak, Belajarlah Soal Uang
Buku bertema ekonomi yang awalnya terkesan kaku, ternyata disajikan dengan cara yang menyenangkan! Pembaca pasti akan merasa senang karena bahasanya santai, ceritanya mengena, dan mampu menyentuh hati. Ini bukan hanya buku, melainkan juga warisan nilai dan pengalaman hidup yang berharga.
-
-13%
Novel Cinta Tak Ada Mati
Melalui kumpulan cerita pendek ini, Eka Kurniawan tetap setia menggambarkan perjuangan orang-orang terpinggirkan, para buangan, dan mereka yang ‘tak memiliki apa-apa kecuali doa’. Perlawanan yang ditampilkan tidaklah heroik, bukan pemberontakan megah, tapi lebih dalam bentuk tindakan personal, subtil, dan senyap. Selain itu, penulis juga tetap fokus pada kondisi kebudayaan, dengan sesekali melibatkan isu-isu sosial-politik dalam karyanya.