-
-11%
Genduk Duku
Novel “Genduk Duku” adalah bagian kedua dari Trilogi Rara Mendut, sebuah karya besar dari Y.B. Mangunwijaya. Cerita ini tidak hanya mengisahkan tumpang tindih kehidupan manusia, tetapi juga mengangkat sejarah Tanah Jawa, keberanian perempuan, dan protes terhadap ketidakadilan dengan indah.
-
-8%
Gerilya Terakhir Diponegoro
Dalam buku ini, pembaca diajak mengikuti perjalanan epik Pangeran Diponegoro dan pasukannya melalui pertempuran-pertempuran menantang. Dengan sumber daya dan persenjataan yang terbatas, Pangeran Diponegoro mengandalkan kecerdikan, taktik gerilya, dan semangat juangnya untuk menghadapi pasukan Belanda yang lebih kuat.
-
-14%
Gesture
Buku berjudul “Gesture” tidak hanya mengajak kita untuk memahami arti gestur dalam komunikasi, tetapi juga melatih kemampuan membaca pesan dari bahasa tubuh lawan bicara. Dengan menyatukan teori komunikasi nonverbal dan keilmuan psikologi pengembangan diri, buku ini memberikan pandangan yang holistik dalam memahami komunikasi manusia.
-
-17%
Great at Work
Buku ini memaparkan Tujuh Praktik Kerja Cerdas yang dapat diadopsi oleh siapa pun yang ingin memaksimalkan waktu dan kinerjanya. Pemikiran ini disokong oleh kisah-kisah nyata yang memberikan wawasan baru—mulai dari seorang pebisnis wanita yang berhasil mengembangkan perusahaannya dengan bijak mengatakan ‘tidak’ pada pelanggan, hingga seorang kepala sekolah yang cerdas menyelamatkan sekolah yang dianggap gagal. Juga, ada kisah seorang koki sushi terkenal di warung kecil yang berhasil meraih 3 bintang Michelin.
-
-13%
Gus Dur Kh Abdurrahman Wahid: Biografi Singkat 1940 – 2020
Abdurrahman Wahid, atau yang lebih akrab disapa Gus Dur, memiliki nama lengkap Abdurrahman ad-Dakhil. Etimologi dari ad-Dakhil berarti sang penakluk. Meski demikian, karena kurang dikenal, nama tersebut digantikan dengan Abdurrahman Wahid. Gelar Gus Dur melekat padanya karena lahir dalam lingkungan pesantren.
-
-8%
Hargai Diri Sendiri dan Berhentilah Tersakiti
Sebuah karya yang mendalam dari Yoo Eun-Jung, seorang psikiater berpengalaman, membuka jendela ke dunia relasi manusia yang sering kali penuh liku-liku dan pahit. Dalam bukunya yang inspiratif, “Hargai Diri Sendiri dan Berhentilah Tersakiti,” penulis menawarkan “resep psikologis” yang dapat menjadi panduan bagi mereka yang ingin melindungi diri dan perasaan mereka dalam berbagai relasi hidup.
-
-4%
Hari-hari Terpanjang Menjelang Mundurnya Presiden Soeharto
Masa menjelang dan sesudah pengunduran diri Presiden Soeharto merupakan periode penuh ketidakpastian. Tidak mudah untuk memastikan kebenaran suatu peristiwa atau apakah itu hanya sebatas desas-desus semata. Misalnya, munculnya rumor tentang pergerakan pasukan di luar kendali atau kepastian bahwa Soeharto akan mengundurkan diri. Sementara itu, banyak kejadian yang masih belum terungkap kepada masyarakat, terutama yang berkaitan dengan Jalan Cendana dan Istana Kepresidenan.
-
-18%
Harmonium
Budi Darma, seorang guru besar Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya, telah memberikan kontribusi berharga terhadap kesusastraan Indonesia. Melalui kumpulan esai “Harmonium,” Budi Darma mengulas secara tajam beberapa persoalan akut yang dihadapi oleh dunia sastra tanah air. Esai tersebut tidak hanya menyoroti persoalan melodrama dalam novel-novel Indonesia, tetapi juga merinci peran seorang kritikus sastra.
-
-18%
Heartbreak Motel
Pada ulang tahunnya yang ke tiga puluh, Ava dihadapkan pada serangkaian pertanyaan baru yang muncul dari Heartbreak Motel. Tiga lelaki misterius mengisyaratkan dan meresapi masa lalu, masa kini, dan masa depannya dengan cara yang mengecoh. Mereka membuka lapisan-lapisan masa hidup Ava, membawa nuansa baru yang menantang.
-
-13%
Heidegger dan Mistik Keseharian
Heidegger memang sosok yang kontroversial, namun sulit bagi para kritikus dari berbagai aliran pemikiran untuk mengabaikan kedalaman pemikirannya. Sebagai seorang metafisikus terkemuka, Heidegger merenungkan pertanyaan mendasar yang juga menjadi fokus agama-agama dunia sepanjang sejarah: mengapa segala sesuatu ada daripada tidak ada? Dari pertanyaan pokok ini, timbul pertanyaan-pertanyaan lain yang tak kalah fundamental, seperti: Mengapa manusia ada? Mengapa manusia tidak ada? Apa makna keberadaan manusia di dunia ini? Jika keberadaan manusia terbatas oleh waktu, apa sebenarnya arti dari waktu itu sendiri?
-
-11%
Hi Bye My Blue (Bertemu, Berdamai, dan Berpisah dengan Luka)
Luka itu dapat menjadi berbagai bentuk selama ini. Ia bisa menjadi rasa sakit karena kehilangan seseorang yang kita cintai. Ia bisa menjadi kecewa karena dikhianati oleh dunia. Ia bisa menjadi rasa sakit karena kita harus berjuang sendirian. Ia bisa menjadi kebencian pada diri kita sendiri. Oleh karena itu, melalui buku ini, aku ingin menjadikanmu sebagai teman curhat, membicarakan tentang luka yang mungkin selama ini ada dalam diriku dan dirimu, tanpa kita menyadarinya.
-
-16%
Hidup Seperti Kucing
Buku ini bukan sekadar tentang kucing sebagai hewan peliharaan, melainkan juga sebagai panduan self-improvement. Dengan menggali sifat-sifat kucing seperti kemerdekaan, keanggunan, kelucuan, kesetiaan, dan kebijaksanaan, buku ini menawarkan pembaca untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Seperti kucing yang tenang, bebas, dan karismatik, buku ini mengajak pembaca untuk menemukan aspek-aspek positif dalam diri mereka sendiri.