-
-10%
Saman
Saman bukan hanya sebuah novel, melainkan karya klasik yang wajib dibaca. Sejak munculnya, ia mewakili potret kehidupan sosial dan politik di Indonesia, khususnya dalam konteks rezim Orde Baru. Karakter-karakternya yang kompleks mencerminkan berbagai aspek manusia dan perjuangan hak asasi manusia di tengah zaman yang sulit.
-
-17%
Santri Indonesia di Tiongkok
Situasi keislaman di Tiongkok saat ini mencerminkan kompleksitas dan dinamika yang beragam. Meskipun pemerintah Tiongkok mengakui hak beragama, terdapat sejumlah kendala terkait dengan kebebasan beragama. Beberapa kasus melibatkan pelarangan atau pembatasan ritual keagamaan tertentu, terutama di wilayah Xinjiang dengan populasi Uighur yang mayoritas Muslim. Pemerintah Tiongkok juga telah mengawasi dan mengatur lembaga keagamaan, termasuk masjid dan gereja, untuk memastikan kesesuaian dengan panduan resmi.
-
-7%
Sapiens
Buku karya Yuval Harari ini mengisahkan kisah penciptaan dan evolusi manusia, menjelajahi peran biologi dan sejarah dalam membentuk identitas kita serta meningkatkan pemahaman kita tentang makna menjadi “manusia.” Dari peran manusia dalam ekosistem global hingga kebangkitan berbagai kerajaan, “Sapiens” mengajak pembaca untuk mempertimbangkan kembali keyakinan yang kita anut, menghubungkan masa lalu dengan tantangan kontemporer, dan melihat peristiwa tertentu dalam konteks gagasan yang lebih luas.
-
-13%
Secangkir Teh Melati
Cerita fiksi ini diilhami oleh kisah nyata si Aku, cucu dari seorang eksil Tiongkok yang menetap di Madja, Banten, dan buyut dari pemilik penggilingan padi di Indramayu. Dengan latar belakang yang beragam tersebut, kehidupan Aku bisa dianggap unik: mulai dari menjadi penulis cerpen sejak sekolah menengah umum, bandar gelap judi hwa hwee, hingga menjadi wartawan harian Indonesia Raya, salah satu surat kabar terkemuka pada zamannya. Si Aku akhirnya sukses menyunting Hr, putri Jawa, setelah keduanya sepakat untuk melampaui batasan sosial etnis dan keyakinan pada masa itu.
-
-11%
Sejarah Prancis
Sebuah karya monumental yang menggambarkan perjalanan sejarah Prancis dari zaman prasejarah hingga akhir abad ke-20 hadir dalam buku berjudul “Sejarah Prancis,” yang dikarang oleh tim sejarawan profesional. Buku ini menawarkan ringkasan yang mendalam, lugas, dan sederhana melalui 32 bab singkat, membawa pembaca pada sebuah perjalanan kronologis yang merangkum momen-momen penting dalam perkembangan negara Prancis.
-
-14%
Seri Tempo : Chairil Anwar – Bagimu Negeri Menyediakan Api
Chairil Anwar tidak sekadar sastrawan yang duduk di balik meja dan menulis puisi. Sajak terkenalnya, “Diponegoro,” dengan kata-kata “Maju Serbu Serang Terjang,” berhasil menghidupkan kembali semangat perjuangan. Melalui sajak ini, ia menggambarkan sosok Diponegoro yang kuat dan tangguh dalam menghadapi penjajahan Belanda. Chairil dengan tegas menentang kolonialisme, dan kutipan populer ini mencerminkan semangatnya yang terpancar dalam puisi tersebut.
-
-16%
Seri Tempo : Hatta – Jejak Yang Melampaui Zaman
Buku ini mengulas perjalanan hidup Mohammad Hatta, salah satu Bapak Bangsa Indonesia, mulai dari pemikirannya hingga kisah asmara. Isi buku ini sebelumnya dilaporkan dalam edisi khusus Majalah Berita Mingguan TEMPO sepanjang tahun 2001-2009. Meskipun Hatta sudah lama meninggal, pemikirannya tetap relevan dengan melihat pahit-getir perjalanan Republik Indonesia, sering disebut sebagai pemikiran yang “melampaui zaman”.
-
-14%
Seri Tempo : Kartini – Gelap Terang Hidup
Kartini, seorang tokoh yang penuh kontradiksi, adalah wanita cerdas namun lemah hati. Ia menyerap ide-ide masyarakat Barat tanpa menyerah pada tradisi lokal. Di mata banyak orang, ia dianggap sebagai seorang feminis yang dicurigai dan terkooptasi oleh ide-ide kolonial. Namun, satu hal yang tak terbantahkan adalah bahwa Kartini menjadi sumber inspirasi bagi gerakan nasionalisme di Indonesia.
-
-16%
Seri Tempo : Sjahrir – Peran Besar Bung Kecil
Sutan Sjahrir, seorang intelektual, perintis, dan revolusioner kemerdekaan Indonesia, memainkan peran penting dalam perjuangan menuju kemerdekaan. Meskipun tidak hadir dalam momen bersejarah proklamasi kemerdekaan yang diprakarsai oleh Bung Karno dan Bung Hatta, Sutan Sjahrir memilih jalur diplomasi sebagai cara untuk mengusir penjajah, sebuah pendekatan yang kontroversial di kalangan tokoh-tokoh yang lebih radikal.
-
-17%
Seri Tempo : Soeharto – Setelah Sang Jenderal Besar Pergi
Kepemimpinan Soeharto menggambarkan Indonesia yang “makmur,” namun juga sentralistis dan kurang peduli terhadap prinsip demokrasi dan hak asasi manusia. Melalui buku ini, pembaca dapat merasakan atmosfer sejarah dengan disertai foto-foto eksklusif yang membawa mereka seolah berada langsung di tengah-tengah kejadian. Soeharto, sebagai sosok kontroversial, terus membayangi sejarah Indonesia dengan berbagai dinamikanya.
-
-14%
Seri Tempo : Sukarno – Paradoks Revolusi Indonesia
Sudah empat puluh tahun sejak Soekarno meninggalkan dunia, tetapi nama dan wajahnya tidak pernah benar-benar tenggelam dalam lupa. Ironisnya, upaya Orde Baru untuk mengubur kenangan tentangnya justru semakin memperkuat jejak kebesaran yang ditinggalkannya. Soekarno tetap menjadi ikon revolusi nasional Indonesia yang paling menonjol, mirip dengan posisi Che Guevara bagi Kuba.
-
-17%
Seri Tempo : Tan Malaka – Bapak Republik Yang Dilupakan
Buku ini memberikan wawasan mendalam tentang pribadi Tan Malaka, seorang intelektual cerdas dan gigih dalam menentang kolonialisme. Ia adalah orang pertama yang merumuskan konsep Republik Indonesia, sebuah prestasi yang tak terlupakan dalam sejarah bangsa.